Helari Zevanya Anabele merupakan salah satu siswi kelas 4 SD Xaverius Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Vanya merupakan salah satu siswi yang terpilih untuk mewakili sekolah dalam mengikuti lomba FLS2N pada kategori kriya anyam. Produk yang dibuat oleh Vanya dalam perlombaan ini yaitu permainan tradisional dakon.

Dakon merupakan salah satu permainan tradisional. Permainan Dakon juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) di tahun 2019. Permainan dakon dapat dimainkan minimal 2 orang, dimana mereka bermain secara bergilir sesuai kesepakatan bersama. Tujuan Vanya membuat permainan tradisional dakon adalah agar permainan ini dapat terus dilestarikan dimanapun termasuk di sekolah Vanya.
Bentuk pada permainan dakon yang dibuat yaitu persegi panjang. Dengan panjang sisi 50 cm dan lebar 35 cm yang disesuaikan dengan kebutuhan anak. Bahan dasar yang digunakan untuk menganyam yaitu pelepah pisang yang sudah dikeringkan dengan panjang 50cm. Alas yang digunakan pada permaian dakon yang Vanya buat yaitu triplek yang dialasi dengan pelepah pisang yang sudah dianyam. Kemudian pada lubang-lubangnya menggunakan bambu yang dipotong dengan tinggi 8cm sebanyak 8 lubang. Biji yang digunakan dalam permainan dakon ini adalah biji dari buah kelengkeng.

Teknik pembuatan permainan dakon ini, yang pertama adalah menganyam pelepah-pelepah pisang yang sudah kering hingga panjang dan lebarnya sesuai dengan alas yang sudah ditentukan. Setelah pelepah pisang selesai dianyam, jangan lupa memotong bagian-bagian pinggrinya dengan tujuan agar anyaman lebih rapi. Kemudian pelepah pisang yang sudah selesai dianyam ditempelkan pada alas triplek dengan menggunakan lem tembak. Lalu tahap selanjutnya yaitu menempelkan lubang bambu pada triplek yang sudah teralasi pelepah pisang dengan menggunakan lem tembak secara satu persatu. Setelah semuanya selesai Vanya membagikan biji kelengkeng pada masing-masing lubang bambu sebanyak 10 butir. Tahap akhir dakon dari bahan alam siap untuk digunakan untuk bermain.
Penulis : SD Xaverius Terbanggi besar
